Menyadari Adanya Cinta

Posted: May 1, 2010 in cinta dan islam

Menyadari adanya cinta
Adalah satu karunia
Karena itu membuat kita
Menyadari arti kita

Allah membuat ini semua
Atas dasar rahmat cintaNya
Yang telah ada sebelum kita ada
Dan akan ada setelah dunia tak ada

Menjadikan cinta saja sebagai tujuan kita
Bukanlah tujuan sejati dari cinta
Karena tujuan sejati dari cinta
Adalah cinta Sang Pencipta

Cinta itu suatu hal yang membutakan manusia
Tetapi mencintai Allah justru menerangkan segalanya
Allah lah yang menciptakan cinta, dunia, juga manusia
Maka pantaslah Beliau menjadi tujuan akhir setiap diri kita

Maka, sebagaimana salah satu tujuan kita diciptakan adalah untuk ujian kita
Maka, cinta itu pun akan pantas untuk diujikan kepada kita pula, sudah tentu saja
Apalagi cinta dari Sang Maha Pencipta Pencipta Alam Semesta, Majikan anda dan saya
Tak terbandingkan oleh apapun juga, dahsyat sepanjang jaman, seusia setelah dan sebelum dunia

Cinta kepada manusia dan makhlukNya hanyalah cinta lantaran semata
Cinta kepada mereka hanyalah cinta karena Allah saja, sungguh pantasnya
Mencapai sesuatu yang besar, memanglah memerlukan ujian dan segala upaya
Karena tak ada apa yang biasa pun yang tak ada harganya, apalagi cinta dari Pencipta kita

Dan itu sungguh patut diperjuangkan mengingat apa yang telah Beliau berikan saja
Apalagi memikirkan apa yang telah Beliau janjikan di dunia setelah dunia dan akan terlaksana
Karena dunia ini hanyalah sementara, sementara Beliau kekal adanya, di luar jangkauan masa
Maha Suci Allah subhanahu wa ta ‘aala, yang telah mengasih-sayangi kita semua, tanpa kita minta

Semoga engkau menemukan cintamu yang diridhoi Tuhan Alam Semesta
Dan engkau mampu membedakannya dari jangkauan nafsu semata
Aku menegur diriku sendiri atas belitan cinta nafsu semata
Dan semoga kita akan berpesta di Taman CintaNya

Semoga aku benar dalam memilih yang kucintai
Semoga Allah meridhoi apa yang kuridhoi
Semoga Allah membaikkan semua ini
Bukan karena duniawi, tetapi sejati

Amiin yaa Rabbal ‘Aalamiin

Allah Al Khalik Al Malik

Wallahua’lam

Jakarta, 10 April 2010, sekitar 22.00-22.45 WIB

============================================

Wahai Pengantin Cinta

Betapa buaian menantimu
Wahai pengantin bulan madu
Bersemarak rasa dalam ridho Tuhanmu
Memacu darah melanjutkan fitrah dan rindu

Menikmati fitrahNya bersatu pula rasa
Pupus alam semesta dalam asmara dahana
Semua di bawah lindunganNya, Sang Maha Pencipta
Bila kita mengerti jalanNya, jalan para manusia utama

Selamat bagi para Pencita dan Pencinta!
Cepatlah engkau mencari si belahan jiwa!
Carilah tulang rusukmu yang engkau damba!
Cinta sejatimu yang bergariskan ridho Illahi semata!

Karena sudah jelaslah pula tak usah segaris mata
Allah Tuhan Semesta Alam Pemilik segala macam rupa
Tak adalah arti sempurna kecuali apa yang diridhoiNya
Dan itu adalah kenikmatan yang paling paripurna sempurna

Jakarta, 8 April 2010, 22.05 WIB

Abu Taqi Mayestino

============================================

Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al-Baihaqi)

Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Ad-Dailami)

Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ath-Thabrani)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta berkelanjutan (diwariskan) dan benci berkelanjutan (diwariskan). (HR. Bukhari)

Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim)

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain.” (HR. Ath-Thabrani)

Orang yang cerdik ialah orang yang dapat menaklukkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah wafat. Orang yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan muluk terhadap Allah. (HR. Abu Dawud)

Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu. (HR. Muslim)

Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari)

Allah Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): “RahmatKu mendahului murkaKu.” (HR. Muslim)

Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim)

============================================

Imam Ibnul Qayyim membagi perasaan cinta laki-laki kepada perempuan pada tiga bentuk:

1.Mencintai wanita dengan maksud ketaatan dan taqarrab (mendekat) kepada Allah.

Ini merupakan cinta kepada istri yang dimiliki. Cinta yang bermanfaat dan menghantarkan pada tujuan yang disyariatkan Allah dan pernikahan. DAPAT MENAHAN PANDANGAN MATA DAN HATI UNTUK MELIRIK WANITA SELAIN ISTRINYA. Orang semacam ini dipuji disisi Allah dan ditengah manusia.

2. Cinta yang dibenci Allah dan menjauhkan dari Rahmatnya.

Cinta kepada yang tidak dicintai Allah, dan ini yang berbahaya, dapat mengancam agama dan dunianya. Siapa yang memiliki ini dia hina dihadapan Allah. Mengobatinya dengan memohon pertolongan kepada Allah yang membolak balikan hati. Sibuk mengingatNYA, mengganti cinta itu dengan cinta hanya padaNYA.

3. Cinta yang mubah (tak ada manfaat bayak, lebih baik tidak).

Cinta yang datang tiba-tiba, seperti mencintai wanita cantik, atau yang sifat si perempuan ceritakan kepadanya atau dilihat secara tidak sengaja. Yang paling bermanfaat adalah dengan membuang jauh-jauh cinta itu dengan hal yang lebih bermanfaat. Menjaga kehormatan diri dan sabar dalam menghadapi ujian cinta ini. Sehingga dengannya Allah memberi pahala. walau harus bertarung dengan hati. Obatnya hanya 2: pertama berpuasa (termasuk puasa pandangan, perasaan, pikiran, dll dari nafsu), kedua menikah dengan yang dicintai nya.

Wallahua’lam bis shawab. Astaghfirullah al azhiim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s